2 Bulan Belajar Intensif Bahasa Arab di Oman – Sultan Qaboos College (Part 1)

Sobahul khoir, comrades!

Esok hari (26 Maret 2017), saya akan kembali ke Jepang setelah menjalani 2 bulan program belajar bahasa Arab yang diadakan oleh Diwan of Royal Court Oman (semacam organisasi khidmah langsung di bawah Sri Baginda Sultan) melalui institusi bernama Sultan Qaboos College for Teaching Arabic to Non-Native Speakers (SQCA) di Kota Manah, Oman. Sebagai salah satu bentuk terima kasih saya terhadap Sri Baginda Sultan Qaboos serta segenap tim pengajar dan staf di SQC, saya merasa tergerak untuk membagikan pengalaman yang saya terima di sini kepada khalayak luas terutama teman-teman di Indonesia yang saya tau betul memiliki tingkat ketertarikan tinggi terhadap pembelajaran bahasa Arab. Berikut paparan saya dalam subtopik – subtopik yang telah saya pasang

How it all starts…

Sebelumnya saya telah memberikan paparan singkat mengenai alasan saya belajar di Oman di status Facebook saya di sini. Tetapi di samping utaran tersebut, saya hendak menyampaikan beberapa poin lain.

Singkatnya, saya secara tidak sengaja menemukan sebuah video ceramah oleh Nouman Ali Khan yang membakar semangat saya untuk belajar Bahasa Arab. Setelah niat saya mantap, saya langsung mulai cari-cari institusi di beberapa negara Timur Tengah dan saya sangat terbantu oleh infografis berikut:

bc60ec35-11f1-4a86-8684-d8609aa6c7f4
tidak hanya terbantu dari segi lokasi dan nama institusi, infografis ini membuat saya lebih terbayang mengenai kisaran budget yang perlu disiapkan – alarabiya.net

Maka berbekal informasi di atas, saya mulai mencari dan mengontak institusi yang berbeda-beda tersebut. Saya perhatikan dengan teliti kurikulumnya serta saya timbang-timbang juga feedback dan review dari para alumninya. Saya bahkan juga sempat mengontak kakak kelas IC saya di Al Azhar Cairo mengenai niatan saya tersebut (bahkan sudah sampe kontakan ama syekhnya dan udah mau disiapkan apartemennya saya jadi merasa sangat bersalah 😥). Namun setelah ditimbang-timbang saya pun mantap memilih SQCA karena alasan-alasan dibawah ini

 

Why I chose Oman?

Berikut adalah kelebihan-kelebihan yang ditawarkan SQCA sehingga saya memutuskan belajar disini

جدول الدورات 2017-2018 م للايميل
Jadwal program untuk 2017-2018 barangkali teman-teman minat

1- Waktu cocok!: Tak ada yang lebih penting bagi saya daripada keselarasan jadwal program dengan kalender akademik di Jepang. 90% dari program bahasa yang saya temui di internet baik di Qatar, Maroko, Mesir, Jordan, dsb. semuanya bertabrakan dengan kuliah saya; dan dauroh SQCA di Oman alhamdulillah bener-bener pas dilaksanakan di Spring Vacation kuliah sehingga saya bisa ikut tanpa masalah.

2- Biaya murah: Ini juga faktor penting, karena di institusi-institusi lain (terutama di Jordan) harga tuition fee sangat mahal, itupun belum termasuk akomodasi dan biaya hidup lainnya. Nah di SQCA ini, apa yang kita bayar selama 2 bulan hanya  sekitar 7 juta rupiah. Mungkin sekilas biaya tersebut terkesan mahal, namun 7 juta itu sudah include semua: dari SPP akademik hingga akomodasi dan makan sehari-hari. Dan untuk ukuran Oman 3,5 juta per bulan itu sangat kecil sekali.

3- Beasiswa?: Melanjutkan poin diatas, “kok bisa biayanya murah?” mungkin temen-temen bertanya. Nah, saya sempat mengobrol dengan salah satu staf finansial di kuliah, dia bilang bahwa yang kita bayar itu sebenarnya cuma 10% dari biaya asli; dalam kata lain 90% dari biaya sudah dicover/disubsidi oleh Kesultanan Oman!. Nah, sebenarnya ada juga jalur beasiswa full, jadi sang pelajar tidak akan membayar apapun namun jalur ini tergantung pada kebijakan Kedutaan Besar Oman di masing-masing negara. Beberapa Kedubes Oman seperti di Korea Selatan, Brazil, Brunei Darussalam, Malaysia dll sudah membuka jalur ini. Sayangnya Kedubes Oman di Jakarta belum membuka jalur full scholarship tersebut. Walau begitu, saya tetap menyarankan teman-teman untuk ikut serta dalam program dauroh 2 bulan disini karena sudah termasuk paling murah dibanding negara-negara lain.

4- Tinggal nafas, semua sudah diurus: di luar 7 juta biaya registrasi di atas (oiya tiket PP juga ditanggung pelajar sendiri, PP Muscat-Jakarta sekitar Rp 6 sampai 7 juta) saya hampir  tidak keluar duit apapun. Jika anda bukan tipe yang banyak jajan dan suka beli souvenir, paling anda bakal keluar Rp 200-300 ribu semisal untuk beli snack, deterjen, dll. Karena semua aspek kehidupan (diksi agak lebay) suda tercakup dalam biaya tersebut contohnya

  • asrama (sekamar berdua, kalau mau sendiri bayar ekstra Rp 400 ribu-an)
  • penjemputan dari airport ke asrama, vice versa
  • makan 3 kali sehari buffet/prasmanan + snack siang
  • jalan-jalan ke spot turisme, minimal seminggu sekali kadang bisa lebih sering
  • transport ke Mall seminggu tiga kali, untuk belanja mingguan atau sekedar ingin berhibur (tersedia bowling centre, bioskop 3D, ice skating, dll.)

5- Negara teluk: sebagaimana yang mungkin teman-teman tahu, bahasa Arab untuk memiliki dialek atau lahjah yang berbeda-beda. Nah, yang termasuk cukup jauh dari segi variasi mufrodat dan bahasa sehari-hari adalah lahjah Mesir dan lahjah Afrika Utara seperti Maroko dan Aljazair karena banyak percampuran dengan bahasa Prancis. Saya sengaja memprioritaskan negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Oman karena lebih familiar bagi saya. Alhamdulillah deh dapet yang di Oman.

6- Kirana tinggal disini: tidak perlu penjelasan sepertinya wakakak

Screenshot 2017-04-02 16.36.38
the light of my life | Kirana, baby selebgram di akun @retnohening ini, tinggal di ibu Kota Oman: Muscat

I want to register, what should I do?

Langkah-langkah untuk mendaftar di program ini cukup sederhana. Sumber informasi sekaligus media terpenting untuk pendaftaran adalah website resmi kuliah yaitu http://www.sqca.edu.om

Pertama-tama, saya sangat menyarankan teman-teman untuk mengirim e-mail terlebih dahulu ke registration official yaitu melalui alamat surel s.q.college@gmail.com (yang pada saat itu dipegang oleh Mr. Aiman AlRawahi) kira-kira 3 hingga 4 bulan sebelum program/course yang hendak teman-teman ikuti. Walaupun program yang saya ikuti (red: Third Course 2017) baru akan dilaksanakan akhir Februari-Maret 2017, saya sudah mengontak beliau sejak bulan September 2016 (walau baru dibalas bulan November 2016 , jadi memang harus bersabar nunggu responnya). Nah dari situ nanti kita akan dikasih arahan kapan bisa mulai daftar melalui registration form di official wesbite yang saya sebut di atas.

Screenshot 2017-03-27 18.16.45
jangan isi form ini sebelum mengirim e-mail, karena butuh lampu hijau dari pihak kuliah sebelum men-submit registration

Setelah mengisi registration form, nanti akan dikonfirmasi dan segera masuk ke tahap selanjutnya: Placement Test. Placement test ini dilakukan secara online dengan jadwal tertentu sesuai instruksi dari kuliah. Ujian saya dilakukan pada 1 Desember 2016 selama 60 menit dengan jumlah soal sebanyak 100 butir pertanyaan. Placement test ini digunakan untuk mengukur kemampuan calon pelajar serta untuk bisa mempersiapkan kira-kira pelajar akan dibagi menjadi berapa kelas/level. Perlu saya peringatkan bahwa, berdasarkan pengalaman saya dan para classmates, website online test ini sangat lemot. Jadi harus sabar, karena kalo di-klik-klik terus nanti malah hang dan dapat merusak hasil akhir nanti.

Tes ini, sepemahaman saya, TIDAK BERLAKU sebagai tes masuk, karena 80-90% pendaftar insya Allah keterima. Kemungkinan tidak keterima itu ada 2 kasus: #1 nilai yang bener-bener jelek semisal dibawah 40 (ini kisaran angka prediksi saya) atau #2 peminat pada saat itu begitu banyak sehingga jumlah pelajar harus diperketat. Perlu saya ingatkan juga bahwa walaupun nantinya ada kelas mustawa mubtadi alias beginner’s class, program ini tidak ditujukan untuk pemula. Dibutuhkan sekitar pengalaman belajar Bahasa Arab minimal 1 semester hingga 1 tahun (dalam level universitas) jika ingin keep up  dengan kurikulum yang ditawarkan.

Setelah tahap placement test, kita akan menerima semacam e-mail konfirmasi penerimaan aplikasi kita sebagai pelajar di kuliah. Bersamaan dengan itu, kita akan diminta beberapa dokumen seperti pasport, surat keterangan sehat dari dokter dan juga university enrolment letter atau bukti bahwa kita sedang terdaftar di universitas tertentu (jika anda seorang mahasiswa). Sekitar 1-2 minggu sebelum keberangkatan, teman-teman akan menerima surat visa elektronik dan yeah you’re ready to fly to Oman!

 

Gilang Lukman- Visa
karena kita adalah tamu dari Diwan Royal Court, kita mendapat visa khusus dan tidak perlu datang ke kedutaan Oman di negara asal untuk mendapatkan visa. Hasil pindaian visa elektronik ini tinggal di-print (berwarna!) dan dibawa saat arrive di Muscat.

 


 

Nah begitulah comrades langkah-langkah yang saya tempuh sebelum berangkat ke Oman. Lalu bagaimanakah pengalaman saya SETELAH sampai di Oman dan seperti apa saja konten pembelajaran yang saya terima? Simak penjelasan saya di Part 2 dari seri “2 Bulan Belajar Intensif Bahasa Arab di Oman – Sultan Qaboos College”. Nantikan segera!

Advertisements

4 thoughts on “2 Bulan Belajar Intensif Bahasa Arab di Oman – Sultan Qaboos College (Part 1)

  1. Komprehensif dan sangat runut. Bayaran 7 juta untuk 2 bulan plus beberapa akomodasi lainnya terdengar sangat menggiurkan. Sebagai pembanding, saya pernah cari tau biaya kursus bahasa Belanda di salah satu lembaga kedutaannya di Jakarta (lupa namanya) yang memakan 4 jutaan untuk 8 kali sesi. Itu kira-kira 2 bulan kurang. Memang pengajarnya native sana, tetapi suasananya jelas jauh berbeda dengan belajar di negeri asalnya langsung. Nah kalau SQOC ini sudah belajar di negerinya langsung, biayanya segitu pula. Nice info. Saya cuma menyayangkan harus punya modal bahasa Arab yang cukup dulu yah baru bisa gabung seperti ini…

    Oh ya, sebelumnya saya tahu blog ini dari Bintang. Saya jadi pengajar privat bimbelnya dan ia sering bercerita dengan comrade-nya yang sedang merantau ke Jepang. Nggak nyangka aja ikut belajar ke Oman juga. Salam kenal 😄

    1. Salam kenal mas Fadel. Gak nyangka ternyata mas Fadel berkunjung ke blog saya hehe. Ayah Bunda suka cerita tentang mas Fadel dan saya seneng banget mas Fadel bisa nemenin Bintang selama saya di Jepang. Insya Allah Agustus ini saya pulang mas, semoga bisa bertemu ya.

  2. Dari critanya saya jdi ikut tertarik untuk bsa ikut juga, ad tips ga mas tntang cra dan kapan pndftran yg tepat untuk blan january 2018??!! Ooh iyaa mana part 2 ny tntang pngalaman kok blum ad?! Dtnggu ya mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s