Menjawab le-most-inquired-question: “Kakak di Jepang beasiswanya seperti apa?

Ohayou, comrades!

Ya jadi di pos kali ini saya ingin membahas sebuah topik yang ditanyakan 70% pesan yang masuk ke inbox saya, baik di media sosial maupun surat elektronik. Pertanyaannya ialah :

Beasiswa apa yang kak Gilang di terima selama studi di Jepang?

Harapannya sih nanti kalau ada yang menanyakan pertanyaan serupa saya tinggal ngasih link blog ini, biar gausah ngetik panjang-panjang lagi *hehe dasar mager*

Oke biar mudah saya akan bagi penjelasannya menjadi 2 bagian: beasiswa biaya kuliah (uang pangkal) dan beasiswa biaya hidup.


1. BEASISWA BIAYA KULIAH

 

Kakak di sana dapet MEXT? Kakak disana pake Monbukagakusho ya? Kak nama beasiswanya apa sihh?

Tidak. Saya tidak menerima MEXT maupun Monbukagakusho.

Saya selalu kebingungan bagaimana menjelaskan beasiswa yang saya terima, karena ia tidak punya nama keren seperti MEXT atau Monbukagakusho: ia disebut Tuition Reduction Scholarship dan yang memberikan adalah pihak Universitas, bukan pemerintah Jepang maupun pemerintah Indonesia. Perlu diingat bahwa kampus saya, Ritsumeikan University, adalah universitas SWASTA sehingga sejauh pengetahuan saya mahasiswa S1 di sini tidak menerima beasiswa uang kuliah dari pemerintah; berbeda dengan teman-teman se-almamater IC saya yang mendapatkan beasiswa MEXT Pemerintah pada studi mereka di, semisal, Tohoku University dan Kyoto University yang keduanya adalah universitas NEGERI.

Nah di Ritsumeikan, ada tiga tipe tuition reduction yang disiapkan untuk para mahasiswa di program internasional

  • beasiswa 100%
  • beasiswa 50%
  • beasiswa 20%

Nah untuk mendapatkan beasiswa 100% ini, poin dari seleksi disaat kita masuk (akumulasi dari nilai rapor, tes TOEFL/IELTS, application essay dan tentunya saat interview) harus berada pada top sepersepuluh dari jumlah aplikan yang diterima. Maksudnya apa tuh? Jadi, semisal ada 1000 orang yang daftar di jurusan saya, Global Studies major, dan ada 40 orang yang diterima. Maka, ranking dari poin saya harus berada pada top 4 (karena sepersepuluh dari 40 orang adalah 4) dari teman-teman seangkatan saya jika ingin mendapatkan beasiswa penuh. Nah top sepersepuluh setelahnya (berarti ranking 5 hingga 9) akan mendapatkan beasiswa 50%, dan sisanya otomatis mendapat beasiswa 20% saja.

Uniknya, beasiswa bisa berubah tiap tahunnya. Jadi semisal teman-teman keterima di Ritsumeikan dan mendapat surat yang menyatakan “Congratulations, you received 100% Scholarship!” maka sesungguhnya itu hanya berlaku untuk tahun pertama saja. Untuk tahun kedua, ketiga dan keempat, jika kamu ingin mempertahankan beasiswa yang sama, maka GPA (Grade Point Average) atau IP (Indeks Prestasi) kamu harus berada pada top ranking 4 seangkatan; biasanya harus dapat IP diatas 4.5 dari maksimal 5.0

Maka bisa dibilang kuliah di Ritsumeikan itu cukup menakutkan. Bisajadi semisal anda mendapat beasiswa 100% di awal, tapi karena terlena dan terlalu banyak jalan-jalan dan IP anda jelek, maka di tahun kedua beasiswa turun menjadi 50%. Tapi ada juga kasus, seperti salah satu senior saya orang Australia, yang dimana di saat awal jadi maba dia mendapat 50% namun di tahun kedua hingga lulus, dia mendapat beasiswa 100%. Maka semua kemungkinan itu ada.

2. BEASISWA BIAYA HIDUP

Biaya hidup per bulan di Kyoto berada dalam kisaran 80.000 sampai 100.000 Yen atau sekitar 8 hingga 10 juta rupiah. Pengeluaran yang cukup besar ini dapat tertutupi oleh dua skema beasiswa berbeda yang saya terima: JASSO dan Saonji Scholarship

JASSO Scholarship

Nama lengkapnya adalah JASSO – Monbukagakusho Honors Scholarship for Privately-Financed International Students, tapi lebih dikenal dengan istilah JASSO Scholarship, dan ini merupakan beasiswa dari pemerintah Jepang. Besaran beasiswa ini adalah 48.000 yen. Perlu saya beri tahu bahwa SEMUA mahasiswa internasional yang diterima di Ritsumeikan pasti akan menerima beasiswa ini. Hanya saja durasinya sangat sebentar. Bagi para mahasiswa yang masuk di bulan September (Fall Semester) maka durasi beasiswa adalah 6 bulan sedangkan mereka yang masuk bulan April (Spring Semester) durasinya adalah 12 bulan.

Namun, kita ternyata bisa memperpanjang durasi beasiswa hingga lulus i.e. 4 tahun dengan cara mendapatkan skor tinggi di Tes EJU (Examination of Japanese Universities). Di Indonesia, saya cuma tau bahwa EJU dilaksanakan di Pusat Kebudayaan Jepang, Universitas Indonesia; mungkin di kota lain juga ada, tapi saya kurang tahu. Tes EJU di UI diadakan 6 bulan sekali: bulan Juni dan bulan November. Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di website resmi ini.

Skor maksimal dari tes EJU adalah 400. Dan untuk bisa memperpanjang durasi beasiswa JASSO, saya sarankan skor teman-teman bisa di atas 250. Skor 260 menurut saya sudah cukup aman. Untuk teman-teman yang ingin masuk jurusan IPA di Jepang maka ambillah 3 tes: Matematika Kompleks (skor max 200) dan dua pelajaran IPA (pilih dua di antara Biologi, Fisika atau Kimia sesuka hati, skor masing-masing max 100). Karena saya ambil Hubungan Internasional maka saya ambil 2 tes: Matematika Dasar (skor max 200) dan Japan and The World (skor max 200). Alhamdulillah saya mendapat total skor 276 sehingga saya mendapat kiriman surat bahwa beasiswa JASSO saya bisa diperpanjang 🙂

nilai-eju-gilang-21-juni-2015
saya mengambil tes EJU dalam bahasa Inggris | materi soal berbeda dengan kurikulum yang diajarkan di SMA, jadi harus benar-benar giat belajar dan mencermati kisi-kisinya

Saonji Scholarship

JASSO merupakan beasiswa biaya hidup yang disediakan pemerintah. Nah, pihak kampus Ritsumeikan juga menyediakan beasiswa serupa yang ditujukan untuk mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi secara akademik. Beasiswa ini diberi nama Saonji Scholarship, dan ia tidak ada di universitas-universitas lain.

Besar beasiswa ini adalah 400.000 yen (lebih dari 40 juta rupiah) untuk setahun. Syarat mendapatkan beasiswa ini hanya satu: IP yang eksepsional. Sepengamatan saya IP para penerima beasiswa ini di atas 4.75 dari 5.00 dan mereka biasanya adalah top 2 ranking di angkatannya. Kompetitif? Sangat.

screenshot-2017-02-16-15-48-09
Upacara penganugerahaan beasiswa Saonji

Jika kita coba jumlahkan kedua beasiswa ini (JASSO dan Saonji) kita mendapatkan angka berikut

JASSO = 48.000 Yen / bulan

Saonji = 400.000 Yen / 12 bulan = 33.000 Yen / bulan

TOTAL = 81.000 / bulan

Maka kesimpulannya adalah dengan JASSO dan Saonji Scholarship, biaya hidup sebulan selama di Kyoto bisa terpenuhi. Walau demikian, dengan 81.ooo Yen / bulan saya fikir teman-teman mungkin tidak bisa banyak jalan-jalan atau memenuhi kebutuhan tersier lainnya, sehingga kadang kali orang tua mungkin masih perlu untuk mengirim uang tambahan.

Begitulah penjelasan mengenai beasiswa yang saya terima. I hope this helps!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s