DIBUKA PRODI BARU!: SARJANA MEME

Selama 6 tahun kebelakang, pendidikan saya terima di boarding school. Yang namanya “mondok” itu dimanapun hampir selalu sama di satu hal: internet terbatas. Yah..sesama veteran asrama yang lagi baca ini pasti faham lah susahnya internet kaya gimana. Pas nge-asrama di awal masa SMA dulu, di gedung sekolah itu internet hanya ada di Perpus; itu pun yang internetnya bener2 jalan cuma dua komputer. Tapi walau internet empot-empotan, walau kalo make harus rame2 (literally kita numpuk se-RT di satu monitor), tetep aja kita sempet-sempetnya buka 2 website: 1cak sama 9gag.

Wah ampun lah kalo udah buka 2 site itu ramenya kaya apa. Let’s admit this: kalo udah ketemu buka site itu, -dengan segala meme mad dog, bad luck brian dkk- minimal abis 1 jam sendiri deh  Ya mau gimana lagi dong, emang kocak2 parah, pengemasannya pun praktis. Da best lah buat daily dose laughter kita, terutama buat kita nak boarding yang emang kurang hiburan .

Okelah meme-meme ini emang markotop buat hiburan and leisure purposes TETAPI, kalo gak hati-hati nih, meme or meme-ish posts itu juga bisa (to some extent) menyempitkan pikiran kita. Meme adalah sajian informasi yang tersimplifikasi dalam sebuah gambar dengan beberapa tulisan; dan sering kali, dengan mengonsumsi meme saja kita tidak bisa mendapatkan the big picture dari sebuah perihal . Kita akui bersama aja deh, gara-gara memes dari website tadi, we have internalized a bunch of misleading stereotypes, making us be like “Russians? They’re alcoholic and crazy, no?” or “Girlfriends? You mean them-overpossessive-creature who enslaves men?” et cetera.

“Yaelah, Gil…selo aja kali. It’s just a joke ”.

Ha. Kocak sih kocak. Tapi kalo ga hati-hati, kita bisa menderita hal yang sangat mengerikan yang bernama unconscious bias: kondisi dimana kita merasa netral padahal secara tidak sadar kita sudah tidak lagi berfikir objektif. Pakar sosiologis telah menyetujui sebuah konsep bernama PRIMORDIALISME: apa yang kamu pelajari pertama, itulah yang akan melekat paling lama. Dalam menangkap informasi, terutama sesuatu hal yang benar-benar belum pernah kita kenal, bisa menjadi FATAL jika tak bijak mencernanya.

And you know what? Things won’t get worse until meme-meme ini udah bicara tentang dua hal: Politik dan SARA

Kadang saya pingin banget super-facepalm  muka sendiri kalo udah liat share-an di WA, FB, LINE berisi meme atau postingan gambar editan yang udah nyinggung Politik dan SARA. Dan saya lebih pingin facepalm lagi kalo udah ketemu orang yang saya sebut Sarjana Meme: para “akademisi” yang mempelajari isu Politik dan SARA hanya dari meme-meme atau postingan-postingan ini. Nih saya kasih tau starter pack kalo kamu mau dapet gelar Sarjana Meme:

  1. Follow Facebook fanpage atau OA LINE yang kamu suka, yang paling cucok sama kamu
  1. Kalo nemu postingan dengan meme atau gambar provokatif yang nge-macu kamu, coba BACA JUDULNYA AJAH!
  1. Tanpa membaca dan mengklarifikasi kontennya, LANGSUNG SHARE! gausah pake lama baca-baca segala, buang-buang waktu!

Ampun deh

(even more) Ridiculously, biasanya yang super berisik dan sewot saat berhadapan dengan isu politik dan SARA itu ya para Sarjana Meme ini. Berbekal informasi dari 2-3 meme yang dia lihat, para “akademisi” ini udah PD selangit buat komen sana-sini di media social.

Di satu sisi;

Saat bertemu orang yang berusaha memelihara jenggot dan bercelana cingkrang , dia teriak “ih dia WAHABI ya?! Dasar Anti-Pancasila!”. Ya ampun masbro, memangnya definisi Wahabi itu apa sih? Orang yang teguh menjalankan sunnah rasul dan tuntunan Islam? Berarti para sahabat juga Wahabi? Kalo emang definisi yang masbro pake itu yang tadi mah, saya juga gak keberatan dibilang Wahabi.

Saat mendengar kasus warteg Ibu Saeni, dia teriak “Ini TIRANI MAYORITASS!”. Padahal mas bro, yang kita saksikan di Serang (dengan penduduk Muslim di atas 95%) itu bukan aksi segerombolan preman-preman yang lapar, tapi tindakan institusi hukum yang punya legalitas dan telah diterapkan bertahu-tahun loh. Bahwa kita tinggal di Negara hukum dan bahwa kita hidup di system desentralisasi, dimana otonomi–peraturan–aspirasi  daerah haruslah dihormati, termasuk oleh kita yang tidak tinggal disitu loh. Padahal bisa jadi situ orang yang sama yang meneriakkan “Ini Negara hukum, woy!” saat, let’s say, FPI melakukan aksi-aksinya. Standar ganda detected.

Di sisi lain;

Saat diselenggarakan diskusi akademik faham-faham kiri, ada juga yang teriak “Bubarkan! Ini pasti antek  PKI!”. Padahal masbro, tau gak sih sistem BPJS, sistem asuransi oleh pemerintah yang masbro nikmati itu bagian dari faham kiri loh. Bahwa kita yang geram saat Indosat dibeli (diprivatisasi) Singapur dan kita pingin Negara mengambil alih asset Indosat itu seprinsip dengan konsep nasionalisasi dari Das Kapital-nya Karl Marx loh. Bahwa sebenarnya tindakan anarkis PKI juga merupakan hal yang dikecam beberapa kelompok faham kiri, terutama dari mazhab utopian socialism, yang juga mencap anarki PKI itu mengecewakan dan memalukan loh.

Saat terjadi permasalah apapun dimanapun di dunia, ada yang teriak “ini pokoknya pasti ulah YAHUDI LAKNATULLAH!”. Padahal mas bro, Yahudi (sebuah agama) dengan Israel-Zionisme (sebuah gerakan) itu hal yang berbeda loh. Bahwa ada loh NGO Yahudi seperti Jewish Voice for Peace yang sangat aktif menyuarakan boikot produk Israel dan memerdekakan Palestina loh. Bahwa mereka itu sudah punya 10.000 donor tetap dan jaringan yang luas dalam menggencarkan ikhtiarnya loh. Sedangkan mungkin situ, boro-boro nyumbang buat Palestina, ngasih tajil buat tetangga aja pelitnya nauzubillah..

Dan kamu tahu apa sifat mereka yang paling membuat saya pingin kabur ke Mars? : sifat mencari-cari keburukan orang lain. Pokoknya kalau udah ga suka sesuatu atau seseorang, apa pun akan dilakukan untuk menjustifikasi bahwa yang dia benci itu salah. Mau bagaimana pun orang itu bertindak, pasti aja ada buruknya. Ah sudahlah, kalau bertemu orang seperti ini, cukuplah saja 2 ayat yang sudah jelas Allah firmankan:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

“…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” [Al Maidah : 3]

In a nutshell, saya menyarankan kepada teman-teman untuk berbijak-bijak dalam menanggapi meme/gambar buatan/status/berita yang diterima. Berhibur itu perlu, tapi jangan sampai hal-hal yang memicu tawa kita itu malah menjadi bibit-bibit dari pembodohan bangsa.

Kalau masih juga ngeyel? Tampaknya perlu kita buat sebuah Crowdfunding buat ngebiayain para Sarjana-Sarjana Meme ini buat jalan-jalan ke luar negeri –ke Maldives kek, ke Monaco kek, ke Turki kek. Mungkin mereka sudah tidak perlu dinasehati lagi; mungkin mereka hanya kurang piknik

 

“wa arinal baathila baathila warzuqnajtinabah | dan perlihatkanlah yang salah itu adalah salah, dan anugerahi kami untuk menjauhinya ”

 

Wallahu’alam bisshawab.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s