NYU Abu Dhabi : (Bukan) Sebuah Kegagalan -part 1-

Kalau orang bilang “move on” itu sulit, mungkin peryataan itu benar adanya.

Butuh bukti? Mungkin comrades sekalian bisa tilik cerita saya ini.

(Mulai sekarang, sobat-sobat netizen saya panggil comrades aja ya biar akrab)


Kelas 11 itu bisa dibilang masa paling sibuk. Pikiran terbelah terhadap 2 hal utama: akademik dan organisasi. Tapi pada masa itu saya punya 2 hal lain yang cukup menguras pikiran: lomba dan kuliah. Saya mencoba memanfaatkan masa-masa terakhir saya untuk berlomba sebaik mungkin, karena saya tau bahwa kelas 12 nanti untuk ikut perlombaan di luar cukup susah (walau pada akhirnya sempet diberi kesempatan ikut OIC, dan pada penghujung terakhir karir 3 tahun di IC masih ikut lomba juga -Simulasi Sidang ASEAN Banten- 3 hari sebelum wisuda -_-). Tapi 1 hal terakhir ini yang paling bikin mumet. Kuliah.

Sejak kelas 10, tiap istirahat, atau mungkin kalau ada waktu kosong, saya punya sarang sendiri di Gedung B: Ruang BK. Ruang BK ini jauh lebih nyaman daripada Perpustakaan, yang pada saat itu diincar banyak orang karena ada internetnya #goodoldtimes. Satu per satu rak-rak dan brosur universitas -baik dalam maupun luar negeri- saya jamah. Tapi ada sebuah kampus yang tidak hanya tersedia brosur, info kampus, dll namun juga ada profil singkat murid-murid yang sekolah di sana. Media cetak dari kampus ini didominasi warna ungu, bertuliskan nama kampus ini yang menggunakan font sederhana, New York University Abu Dhabi.

Sepertinya cukup panjang kalau saya jelaskan seperti apa kampus ini, but let me make a summary:

NYU ABU DHABI

His Highness General Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Crown Prince of Abu Dhabi, Deputy Supreme Commander of the Armed Forces and Chairman of the Executive Council of the Emirate of Abu Dhabi. attends the opening of New York University Abu Dhabi
His Highness General Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Crown Prince of Abu Dhabi, Deputy Supreme Commander of the Armed Forces and Chairman of the Executive Council of the Emirate of Abu Dhabi. attends the opening of New York University Abu Dhabi
Fasilitas kampus
Fasilitas kampus
Suasana Belajar
Suasana Belajar
Perpustakaan
Perpustakaan
Wisuda NYU Abu Dhabi
Wisuda NYU Abu Dhabi
93df0f33-dd33-44d2-950e-5b6324f55858-620x372
Jalan
Plaza
Plaza

Sebelum menjelaskan, mungkin comrades sekalian bingung. Sebenarnya ini itu di New York (Amerika Serikat) atau di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab)?

Nah, jadi NYU Abu Dhabi ini merupakan kampus ke dua dari tiga kampus New York University. Jadi di dunia ini ada 3 kampus NYU yaitu di New York, Abu Dhabi dan Shanghai. Istilah kata seperti MAN Insan Cendekia Serpong, Gorontalo dan Jambi. Tapi yang membuat NYUAD begitu menarik adalah kuliah disini itu GRATIS TIS TIS!! Berbeda dengan NYU New York yang sudah lama berdiri, NYUAD ini masih bisa dibilang baru, dia didirikan tahun 2000an sehingga pendanaan kampus ini masih kencang. Kalau bisa masuk sini, kita tidak hanya gratis kuliah tapi dapet asrama yang super nyaman, uang untuk buku pelajaran (ada orang Jogja yang kuliah disini dia dapet sekitar 3o0 juta untuk perlengkapan akademik), dan -siap siap teriak- TIKET PP ABU DHABI-KAMPUNG HALAMAN SEBANYAK 2 KALI SETAHUN. SEMUA GRATIS.

Asrama disediakan gratis!
Asrama disediakan gratis!

Gratisnya tidak hanya berheneti disitu. NYU Abu Dhabi ini juga mengadopsi konsep “Global Network University” dimana mahasiwa diberi kesempatan untuk mengambil mata kuliah di kampus-kampus portal NYU yang berdiri di 14 tempat berikut.

Rata-rata mahasiswa disini bakal punya kesempatan minimal 5-8 kali ke negara lain, tapi tak menutup kemungkinan untuk bisa lebih banyak dari itu. Rekor saat ini dipegang oleh seorang mahasiswi Taiwan yang selama 4 tahun bisa 22 kali ke negara lain dalam program yang dibiayai kampus ini.

Enak ya kuliah disini?

Ha -_-

Mbok kira gampang po??

Tiap tahun ada sekitar 30.000 orang lebih yang mendaftar ke 3 kampus ini. Dan mereka adalah orang-orang terbaik dari seluruh dunia. Dari profil mahasiswa yang saya baca, diantara mereka ada yang memiliki score SAT (Scholastic Aptitude Test, mungkin semacam UN di Indonesia dan EJU di Jepang) yang sempurna, ada yang merupakan aktivis WWF dan terjun langsung mengamankan orang utan di Kalimantan, ada yang memiliki usaha koran di sekolahnya sendiri, and myriads of other gifted prodigies whom I will compete.

Jalan yang akan saya tempuh berat memang. Tapi setidaknya di titik ini saya telah mempunyai 2 modal: target yang jelas dan waktu yang memadai. Pertama, saya merasa beruntung untuk tidak lagi mengawang akan masa depan pendidikan saya, karena pada saat itu -kelas 11- teman seangkatan saya banyak yang masih gonta-ganti perguruan tinggi. Yang kedua, saya sadar bahwa saya masih memiliki waktu yang cukup; masih ada 1,5 tahun untuk memantaskan diri.

Di titik ini saya mencoba menenangkan diri. “dulu kamu juga merasa tidak mungkin masuk IC, namun kamu bisa lolos. Kamu tinggal mengulangi hal yang sama. Sederhana, Gil”. Terlepas  siap atau tidak, saya berharap saya bukanlah bodoh untuk menabuh genderang perang ini; NYU Abu Dhabi, bersiaplah untuk takluk!

-to be continued-

Advertisements

5 thoughts on “NYU Abu Dhabi : (Bukan) Sebuah Kegagalan -part 1-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s