MENGGUGAT KEBENARAN INSIDEN TELUK TONKIN!

 

Cheers, sobat-sobat pecinta sejarah!

Kalau kita bicara tentang sejarah dunia kontemporer pasti nama Amerika Serikat tidak akan pernah luput dari pembahasan. Memang, negara yang mengaku sebagai “polisi dunia” ini bisa dianggapveteran di sejarah percaturan global. Sebut saja, perannya di Perang Dunia kedua, yang mencapai klimaks saat dia menjatuhkan 2 bom atom di Jepang. Namun jangan salah, ternyata ada sebuah perang yang lebih lama diikuti Amerika Serikat daripada Perang Dunia kedua. Perang, yang seperti kita lihat di film Rambo, sangat mencekam dan mengerikan : Perang Vietnam.

Basically, akar permasalahan peperangan di Vietnam sangatlah klasik yaitu pertentangan komunisme dan kapitalisme di Bumi Indochina ini. Walaupun hanya berupa konflik internal, yaitu pemberontakan Viet Cong di Vietnam Selatan, namun yang namanya Amerika Serikat pasti sangat “sensitif” jika mendengar kata “komunisme” apalagi jika itu dapat mengancam hegemoninya di Asia. Maka kenallah kita dengan istilah “Domino Theory” garapan Presiden Eisenhower yang memaparkan bahwa jika suatu negara jatuh dalam genggaman komunisme, maka negara tetangganya akan segera jatuh ke genggaman yang sama dengan cepat, seperti jatuhnya kartu domino. Singkat kata jika komunisme berjaya di Vietnam maka Burma, Thailand, India, Jepang, Indonesia, Filipina apalagi Laos dan Kamboja akan menjadi negara komunis pula.

Tapi Amerika Serikat tidak bodoh dan polos. Jika dia tiba-tiba menyerang Vietnam tanpa alasan yang jelas, maka komunitas internasional akan mempertanyakan kredibilitas Amerika sebagai anggota dewan keamanan PBB yang harusnya paling bertanggungjawab atas perdamaian dunia, atas nihilnya peperangan di muka bumi. Jikalau memang begitu, kenapa Perang Vietnam bisa tetap terjadi hingga 1979? Apakah Amerika Serikat menyerang karena ada alasan yang sah? Atau dia membenarkan perang tersebut dengan alasan yang “terlihat” sah? Itulah mengapa saya ingin ajak anda mengenal peristiwa sejarah yang bernama The Gulf of Tonkin Incident atau Tragedi Teluk Tonkin di tahun 1964.

GULF OF TONKIN

PERSEPSI PUBLIK

Di tahun awal 1960an, Amerika Serikat belum terlibat secara langsung di Perang Vietnam, walaupun ia memberika logistik dan bantuan masif kepada Ngo Din Dhiem, rezim kapitalis yang berkuasa di Vietnam Selatan, berseberangan dengan saudara sebangsanya di Utara yang berhaluan komunis. Walau Vietnam Utara belum pernah menyerang Vietnam Selatan, tapi pemerintahan komunis di sana mempersenjatai dan mendanai pemberontak komunis di Vietnam Selatan yang sering disebut sebagai Viet Cong. Walau tradisional, gerilyawan Viet Cong ini sukses merongrong pemerintah Vietnam Selatan.

Melihat kondisi ini, AS menyadari pentingnya membantu Vietnam Selatan pada khususnya di peralatan perang maritim (naval) sehingga AS memberikan pelatihan militer dan juga menghibahkan fast patrol boats (PTF) buatan Norwegia. Tak lama, pihak Selatan memprovokasi Utara dengan membombardir instalasi radio dengan PTF tadi serta mengerahkan militer Selatan untuk menghancurkan jembatan-jembatan Vital di perbatasan Utara. Tapi, operasi ini tidak merugikan Vietnam Utara secara signifikan akibat kurangnya sumber intelijen yang dapat membuat serangan lebih taktis dan mematikan.

Oleh karena itu, AS mulai mnegirimkan misi-misi patroli rutin untuk mengawankan daerah maritim yang salah satunya dilakukan oleh Kapal Perang USS Maddox. USS Maddox dikirimkan ke perairan internasional yang netral untuk melakukan misinya namun ia diserang oleh kapal selam Vietnam Utara. Kapal selam tersebut menyerang USS Maddox tanggal 2 dan 4 Agustus 1964 yang mengakibatkan sebuah perang di laut. Aftermath perang ini adalah 4 pelaut Vietnam Utara tewas dan tidak ada korban jiwa di pihak Amerika walau kapal USS Maddox tetap mengalami kerusakan.

275px-Tonkin_Gulf_Resolution

Setelah kejadian tersebut, Presiden Amerika Serikat yang menjabat, L. B. Johnson, mengajukan permasalahan ini ke Kongres AS untuk meminta otorisasi penyerangan Vietnam Utara. Pengajuan itu terangkum dalam rencana disahkannya Golf of Tonkin Resolution Pub.L. 88–408, 78 Stat. 384. Hasil voting menunjukkan hanya ada 2 senator yang menolak (88 setuju 2 menolak), sehingga pengesahan resolusi ini, pada tanggal 10 Agustus 1964, tak mengalami hambatan signifikan.

Setelah resolusi itu dinyatakan efektif berlaku, militer AS melancarkan Operasi Rolling Thunder, Arc Light dan operasi lainnya untuk membombardir wilayah Vietnam Utara. Jumlah pasukan AS juga mengalami peningkatan signifikan. Awalnya hanya berjumlah 2.000 personil di tahun 1961 menjadi 16.500 di tahun 1964. Walaupun Vietnam adalah negara yang kecil namun perang ini tidak semudah yang dibayangkan. Perang ini berlanjut 11 tahun kedepan, menghancurkan banyak hutan-hutan Vietnam hancur dan jutaan wanita mengalami kecacatan hamil –bahkan dengan tingkat yang lebih parah daripada hewan ternak– akibat digunakannya Agent Orange (Dioxin), sejenis senjata kimia oleh AS. Perang berakhir dengan menangnya pihak Vietnam Utara yang berhasil melakukan reunifikasi Vietnam dibawah bendera komunisme semenjak jatuhnya Saigon, ibu kota Vietnam Selatan, di tahun 1975. Hingga perang ini berakhir, sekitar 3,8 juta manusia kehilangan nywanya.

FACTUAL REALITY

Secara pragmatis sebenarnya dapat kita simpulkan satu hal : Pearng Vietnam tidak akan begitu parah dan merusak jika AS tidak menginjakkan kakinya di Bumi Vietnam. Dari pernyataan ini juga bisa kita tarik kesimpulan: AS tidak akan menginjakkan kakinya di Vietnam jika Insiden Teluk Tonkin tidak terjadi! Nyatanya, setelah melihat beberapa referensi terpercaya, Insiden Teluk Tonkin ternyata memang tidak terjadi seperti yang ada di sejarah! Ini hanyalah manipulasi dan konspirasi AS saja!

Mungkin statement tadi terkesan nyeleneh dan sangat instan. Maka untuk meyakinkan pembaca, mari saya ajak melihat penjelasan berikut.

Adalah benar, jika disampaikan pada kita mengenai misi intilejen USS Maddaox di perairan internasional (13 km dari Pantai Vietnam Utara) dan bagaimana ia berhadapan dengan kapal Vietnam Utara pada tanggal 2 Agustus. Tapi, adalah salah jika dinyatakan bahwa serangan Vietnam Utara terjadi tanpa adanya provokasi AS sama sekali. Perlu dicatat bahwa operasi USS Maddox bukahlah patroli rutin –seperti yang diklaim AS– namun jelas-jelas kapal itu melakukan manuever operasi intelijen yang agresif. Operasi intelijen ini akan menopang serangan terkordinasi ke Vietnam Utara oleh Angkatan Laut Vietnam Selatan dan Angkatan Udara Laos. Tak luput juga fakta bahwa AS telah melakukan provokasi yang jelas-jelas merongrong kedaulatan Vietnam Utara. Sejarawan Daniel C. Hallin mengatakan :

“’The day before, two attacks on North Vietnam…had taken place,’. Those assaults were ‘part of a campaign of increasing military pressure on the North that the United States had been pursuing since early 1964’.”

Berikut juga bukti lain akan nyatanya provokasi AS atas kedaulatan Vietnam Utara :

“On July 31, LDNN in ‘Nastys’ (the name commandos gave to the fast attack boats) attacked a radio transmitter on the island of Hon Nieu. On Aug. 3, they used a shipboard-mounted cannon to bombard a radar site at Cape Vinh Son. The North Vietnamese responded by attacking hostile ships visible in the area”

Saat kapal-kapal Vietnam itu mendekat pun ternyata USS Maddox lah yang menyerang duluan. Coba perhatikan kutipan berikut :

“At 1500G, Captain Herrick ordered Ogier’s gun crews to open fire if the boats approached within ten thousand yards. At about 1505G, the Maddox fired three rounds to warn off the communist boats. This initial action was never reported by the Johnson administration, which insisted that the Vietnamese boats fired first”

Dari sini saja bisa kita lihat bahwa Pemerintahan Johnson tidak transaparan dan komprehensif dalam menyajikan fakta sejarah. Itu baru insiden di tanggal 2 Agustus. Sesungguhnya yang lebih absurd dan ganjil adalah kejadian di tanggal 4 Agustus. AS mengklaim terjadi serangan kedua pada 4 Agustus yang akhirnya mendorong mereka untuk mengesahkan Golf of Tonkin Resolution, mengantarkan mereka menuju peperangan panjang di Vietnam. Tapi dari sumber NSA (National Security Agency) Amerika, didapatkan bahwa serangan ini tidak pernah terjadi. Cermati kutipan berikut :

“Squadron commander James Stockdale was one of the U.S. pilots flying overhead August 4. In the 1990s Stockdale stated:

[I] had the best seat in the house to watch that event, and our destroyers were just shooting at phantom targets — there were no PT boats there… There was nothing there but black water and American fire power’

Ternyata tidak ada kapal yang menyerang dan USS Maddox hanya menembaki target-target palsu akibat kesalahan radar. Bahkan pihak marinir AS sendiri yang bernama John J. Herrick meyakini bahwa tidak ada yang menyerang kapal AS. Staff sonat mungkin salah mengira suara propeller beat sebagai suara kapal musuh. Berikut pernyataannya :

“the first boat to close the Maddox probably launched a torpedo at the Maddox which was heard but not seen. All subsequent Maddox torpedo reports are doubtful in that it is suspected that sonarman was hearing the ship’s own propeller beat”

KESIMPULAN

Melihat bukti-bukti dan penjelasan diatas, dapat difahami bahwa penggunaan Insiden Teluk Tonkin sebagai justifikasi keterlibatan Amerika Serikat di perang Vienam merupakan sebuah kelicikan AS melihat bahwa status insiden ini adalah palsu. Kalau pun memang terjadi, itu merupakan buah provokasi Amerika, bukan atas kehendak Vietnam Utara belaka. Dari terbongkarnya kelicikan AS di Vietnam ini, kita bisa sadari bahwa mungkin ini bukanlah satu-satunya. Mungkin ada banyak konflik-konflik di dunia yang merupakan hasil konspirasi Amerika untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Wallahu a’lam bishowab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s